Aku
Indri Lingga Putri
Maktab Rendah Victoria
HML .
BLOG
Wednesday, 4 July 2007, Wednesday, July 04, 2007
Perasaanku bercampur aduk, gembira namun resah menghitung hari menjelang keberangkatanku ke Korea. Ini bukanlah pertama kalinya aku berkelana ke negeri orang tanpa orang tua. Aku telah mengalami pengalaman yang jauh lebih mencabar dengan meninggalkan tanah airku, “istanaku”, orang tuaku, serta handai taulanku ke negri ini untuk melanjutkan persekolahanku sendirian sehingga berkunjung beberapa hari ke Korea tidaklah menakutkan, apalagi aku ditemani teman – teman seangkatanku dan juga guru – guru. Yang membuatku ketar ketir ialah Cikgu Toh wali kelasku yang kemarahannya telah menumpuk kepadaku berminggu – minggu mengingat kesibukannya yang menghalanginya untuk berbicara denganku setiap kali masalah timbul. Parahnya, aku tidak sepenuhnya menyadari kesalahanku meskipun aku tahu ada yang tidak beres dan itu mengusik hatiku. Perasaan takut akan berbuat lebih banyak lagi kesalahan selama di Korea mengingat aku akan bersama teman dan guru dua belas jam dalam sehari selama lebih dari seminggu yang menambah kemungkinanku untuk bercacat cela sehingga mugkin membuat liburan itu tidak menyenangkan bagi teman – teman terlebih lagi menyusahkan guru – guru dengan polahku sehingga merusak suasana semakin menambah beban batinku ini, Detik – detik terakhir sebelum keberangkatan aku menjadi semakin binggung dan ragu – ragu. Sempat terlintas di benakku mengundurkan diri. Namun akhirnya aku membulatkan tekad untuk menghadapi seminggu ke depan. Meskipun aku tahu aku tidak akan terlepas daripada berbuat kesalahan, kena marah dan omelan hingga mungkin babak belur, aku rela, kerana adalah lebih baik apabila guru mahupun teman membuatku sedar akan kekurangan – kekuranganku sekarang, dimana aku masih lagi muda sebagai seorang remaja sehingga aku boleh ditunjukkan bagian daripadaku yang perlu kurobek agar aku boleh belajar daripada kesalahan – kesalahanku supaya boleh menjadi seorang individu yang lebih baik lagi sedini mungkin. Cepat atau lambat aku harus melepaskan diri dari penyakit – penyakit ini, lebih cepat, lebih baik, sebelum penyakit itu mengakar dan mendarah daging dalamku. Perjalanan ini mungkin akan memberikanku pukulan yang keras, namun aku ikhlas dan siap mental dan batin menghadapinya kerana aku tahu meskipun pelajaran yang kudapat akan menyakitkan, ia adalah sesuatu yang berharga yang boleh membantuku seumur hidup.
NB: Wadoeh, akibat sibuk membanjiri bandara antara bangsa Changi dengan air mataku, akhirnya aku adalah yang terakhir untuk memasuki ruang tunggu, lengkap dengan Cikgu Toh yang menangkap basah aku dengan mata yang masih lagi merah. Nampaknya bukan suatu awal yang baik.. namun aku yakin semua ini akan berakhir indah.
NB: Wadoeh, akibat sibuk membanjiri bandara antara bangsa Changi dengan air mataku, akhirnya aku adalah yang terakhir untuk memasuki ruang tunggu, lengkap dengan Cikgu Toh yang menangkap basah aku dengan mata yang masih lagi merah. Nampaknya bukan suatu awal yang baik.. namun aku yakin semua ini akan berakhir indah.