Aku
Indri Lingga Putri
Maktab Rendah Victoria
HML .
BLOG
Thursday, 3 May 2007, Thursday, May 03, 2007
WAHAI BUMIKU TERCINTA ………….
“Bumi yang tiada rimba
Seumpama hampa
Dia dicemar manusia
Yang Jahil Ketawa
Bumi yang tiada udara
Bagai tiada nyawa
Pasti hilang suatu hari
Tanpa disedari
Bumiiiiiiii tanpa lautan
Akan kehausan
Pasti lambat laun hilang
Duniaku yang malang
Dewasa ini kita saling merayakan
Kejayaan yang akhirnya membinasakan
Apalah gunanya kematangan fikiran?
Bila di jiwa kita masih lagi muda dah mentah
Ku lihat hijau”
Cuplikan lagu “Hijau” (Zainal Abidin)
Lagu ini adalah lagu yang dialunkan di blog ini
Kupilih cuplikan lagu ini sebagai pembukaan postku kali ini kerana temanya yang berkenaan dengan bumi kita yang bagai telur di hujung tanduk kerana ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, implikasinya serta kenyataan ironis tentang kejayaan manusia dengan kemajuan teknologi yang seringkali dirayakan meskipun sebenarnya berdampak buruk yang jauh melebihi dampak baiknya bagi bumi, semata – mata kerana semua itu menguntungkan manusia sehingga dalam lagu tersebut manusia disebut masih “muda” dan “mentah” serta “hijau”.
Hari ini penduduk dunia memperingati hari bumi, hari dimana kita semua diingatkan akan keadaan terpuruk bumi tua ini yang telah diperkosa oleh umat manusia, bumi yang sejak sejarah bermula selalu memberikan yang terbaik bagi makhluk dunia.
Untuk mengekspresikan rasa peduli dan keprihatinan kami, seluruh sekolah tidak memenggunakan mesin hawa dingin selama dua period pertama untuk menghemat energi.
Bagi kelas bahasa Melayu kami dan saya pribadi, amalan tersebut tidak menggangu proses pembelajaran atau sesuatu apapun. Proses belajar mengajar boleh berlangsung seperti biasa. Bahkan saya tidak merasakan rasa kehilangan ataupun ketidakselesaan kerana tidak digunakannya mesin hawa dingin.
Namun bagi kelas – kelas lain, saya mendengar komentar bagaimana mereka begitu sengsara, seakan – akan mesin hawa dingin telah menjadi bahagian daripada gaya hidup mereka yang amat siknifikan sehingga mereka tidak boleh hidup tanpanya.
Presepsi yang telah mendarah daging tersebut amatlah memprihatinkan dan tidak sepenuhnya benar.
Puluhan tahun silam, sebelum mesin hawa dingin diciptakan, manusia juga boleh hidup sesenang kita sekarang. Saya ingat akan pengalaman saya di Indonesia dimana kebanyakan sekolah – sekolah termasuk sekolah yang saya tuntut menggunakan angin alami yang saya dapati jauh lebih segar dan kondusif untuk pembelajaran mengingat hawa dingin cenderung membuat keadaan terlalu selesa sehingga terkadang malah membuat pelajar terlalu rileks dan tertidur. Namun kini masyarakat kita telah begitu dimanjakan sehingga bergantung kepada teknologi yang sebenarnya bukanlah kebutuhan pokok. Parahnya, teknologi – teknologi mutakhir terkini kebanyakkan menguras energi yang didapat daripada alam.
Saya berpendapat masyarakat terutama yang berada di negara maju hari ini perlu disedarkan akan kadar konsumsi energi yang begitu tinggi dan mengikis sumber daya alam yang semakin menipis. Yang lebih memprihatinkan ialah konsumsi energi yang besar oleh kemajuan teknologi yang merajalela juga berdampak negatif terhadap alam. Contohnya adalah alat transportasi serta mesin – mesin di kilang yang mencampakkan zat – zat beracun yang menyebabkan polusi serta mengkontribusi kenaikan “greenhouse gas” yang berakibat naiknya suhu di bumi sehingga lelehnya es di kutub utara dan selatan yang dikaitkan dengan keseringan bencana alam terutama yang berkenaan dengan air seperti tsunami, banjir banding serta kekeringan di beberapa daerah.
Untuk mengurangi dampak – dampak negatif tersebut perlulah kita bersama –sama melakukan yang semaksimal mungkin untuk mencegah kondisi yang akan semakin memburuk lagi. Pengamalan hal – hal yang dikira sepele justru amat penting dan berdampak besar apabila diamalkan secara global. Hal – hal tersebut meliputi:
1) Menutup keran air dan menggunakan air untuk mandi dengan seperlunya. Tips menghemat air semasa mandi: Kenakan syampu, gosok gigi, sabunkan muka serta badan sebelum membilas seluruh tubuh secara sekaligus.
2) Mematikan dan meminimalkan penggunaan alat pendingin ruangan serta menggunakan alat pendingin ruangan yang bebas CFC (zat yang berdampak buruk terhadap alam).
3) Mematikan lampu apabila tidak digunakan / tiada seseorang dalam ruangan / hari masih terang serta memaksimalkan penggunaan pencahayaan alamiah (matahari).
4) Memaksimalkan berjalan kaki dan meminimalkan penggunaan kenderaan bermotor yang mencampakkan emisi gas buang yang beracun ke alam dan berdampak buruk bagi kesihatan. Lagipun berjalan kaki jauh lebih sihat daripada menaiki kenderaan. Sungguh satu batu yang mematikan dua burung bukan?!
Dan sebagainya.
Saya menghimbau agar kita tidak hanya mengamalkan hal – hal tersebut pada hari bumi sahaja tetapi pada kehidupan sehari –hari. Ancaman terhadap bumi kita yang berada di ambang kehancuran adalah masaalah global yang amat serius dan layak mendapat perhatian publik. Bersama, kita boleh menjadikan dunia ini tempat tinggal yang lebih baik bagi semua makluk bumi.
Jaga dan peliharalah bumi kita ini, ia ialah satu – satunya rumah kita,
Sebab kehancurannya adalah tamatnya sejarah seluruh makluk bumi.