Aku
Indri Lingga Putri
Maktab Rendah Victoria
HML .
BLOG
Friday, 27 April 2007, Friday, April 27, 2007
Projek
Legenda Melayu
Malin Kundang
aka
Si Tanggang
Oleh:
Indri Lingga Putri
07V14 / 5
Legenda Melayu
Malin Kundang
aka
Si Tanggang
Oleh:
Indri Lingga Putri
07V14 / 5
Daftar Isi
Sinopsis Malin Kundang____________ 1 - 6
Sinopsis Si Tanggang_______________ 7-11
Beza Malin Kundang dan Si Tanggang 12
Moral___________________________ 13-15
Fakta atau fiksi ? _________________ 16-18
Mari Merepek ! __________________________ 19
Sinopsis Malin Kundang
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Kerana merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.
Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berjaya dan menjadi seorang yang sukses.
Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat sedih dan kecewa. Ia tidak menduga Malin Kundang yang amat dikashinya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".
Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang
Sinopsis Malin Kundang____________ 1 - 6
Sinopsis Si Tanggang_______________ 7-11
Beza Malin Kundang dan Si Tanggang 12
Moral___________________________ 13-15
Fakta atau fiksi ? _________________ 16-18
Mari Merepek ! __________________________ 19
Sinopsis Malin Kundang
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Kerana merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.
Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berjaya dan menjadi seorang yang sukses.
Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat sedih dan kecewa. Ia tidak menduga Malin Kundang yang amat dikashinya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".
Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang
Sinopsis Si Tanggang
Si Talang dan Si Deruma mempunyai seorang anak lelaki bernama Si Tanggang. Kehidupan mereka sekeluarga amatlah miskin. Si Tanggang selalu berkhayal untuk menjadi kaya dan terkenal.
Pada suatu hari, Si Tanggang terlihat sebuah kapal besar berlabuh di muara sungai yang berhampiran dengan rumahnya. Si Tanggang pergi berjumpa dengan Nakhoda kapal itu dan meminta untuk dijadikan anak kapalnya. Nakhoda kapal itu terus bersetuju kerana telah melihat kecekapan Si Tanggang bersampan dan bekerja.
Walaupun Si Talang dan Si Deruma amat keberatan untuk melepaskan Si Tanggang belayar mengikut kapal Nakhoda itu, mereka terpaksa mengalah. Si Tanggang berjanji akan kembali ke kampung setelah menjadi kaya.
Si Tanggang melakukan apa sahaja kerja yang diperintahkan oleh Nakhoda. Nakhoda amat suka dengannya kerana dia rajin bekerja. Lalu, Si Tanggang pun diambil sebagai anak angkat. Apabila Nakhoda menjadi uzur, maka Si Tanggang dilantik menjadi nakhoda baru. Dia dipanggil Nakhoda Tanggang.
Si Tanggang cekap dan pandai berniaga. Namanya menjadi terkenal. Oleh itu dia dijemput oleh Sultan ke istana. Tidak lama kemudian, Si Tanggang pun berkahwin dengan puteri Sultan. Si Tanggang membawa isterinya berlayar ke banyak tempat di merata negeri.
Si Tanggang cekap dan pandai berniaga. Namanya menjadi terkenal. Oleh itu dia dijemput oleh Sultan ke istana. Tidak lama kemudian, Si Tanggang pun berkahwin dengan puteri Sultan. Si Tanggang membawa isterinya berlayar ke banyak tempat di merata negeri.
Pada suatu hari, kapal Si Tanggang berlabuh di muara sungai kampung asal-usulnya. Orang kampung mengetahui nakhoda kapal itu Si Tanggang. Mereka pun memberitahu kepada orang tuanya.
Si Talang dan Si Deruma pun pergilah berkayuh sampan menuju ke kapal Nakhoda Tanggang. Si Deruma membawa makanan kegemaran Si Tanggang, iaitu pisang salai.
Si Tanggang berasa malu untuk mengaku orang tua itu ibu bapanya. Kesusahan dan kemiskinan membuat Si Talang dan Si Deruma kelihatan begitu uzur dan daif sekali.
Si Tanggang mengaku tidak mempunyai ibu bapa lagi dan memukul jari ibunya yang bergayut pada bahagian tepi kapal. Pisang salai yang dibawa ibunya, dibuang ke laut.
Si Talang dan Si Deruma pun pergilah berkayuh sampan menuju ke kapal Nakhoda Tanggang. Si Deruma membawa makanan kegemaran Si Tanggang, iaitu pisang salai.
Si Tanggang berasa malu untuk mengaku orang tua itu ibu bapanya. Kesusahan dan kemiskinan membuat Si Talang dan Si Deruma kelihatan begitu uzur dan daif sekali.
Si Tanggang mengaku tidak mempunyai ibu bapa lagi dan memukul jari ibunya yang bergayut pada bahagian tepi kapal. Pisang salai yang dibawa ibunya, dibuang ke laut.
Si Talang dan Si Deruma berasa terlalu sedih dan kecewa. Sungguh tidak disangka anak kesayangan mereka telah berubah. Mereka pun berdayung ke tepi.
Apabila tiba di daratan, Si Deruma memandang ke langit. Sambil mengangkat kedua-dua belah tangan dia berseru “ Oh, Tuhan! Tunjukkanlah kepada Si Tanggang bahawa akulah ibu kandungnya.”
Tiba-tiba petir berdentum. Angin bertiup kencang. Kapal yang sedang berlabuh itu terumbang-ambing. Ketika itulah, Si Tanggang berasa kesal. Dia sedar Tuhan telah memperkenankan doa ibunya. Dia akan menerima balasannya kerana telah menderhaka.
Tanggang beseru sekuat-kuatnya memohon ampun kepada ibunya, tetapi sudah terlambat. Gelombang yang kuat memecahkan kapalnya. Apabila ribut reda, kapal Si Tanggang menjadi burung gagak. Semua anak kapal juga bertukar menjadi batu. Si Tanggang dan isterinya turut menjadi batu.
Perbezaan Malin Kundang dan Si Tanggang
Malin Kundang ialah seorang anak Yatim sedangkan Si Tanggang mempunyai ayah dan Ibu yang bernama Si Talang dan Si Deruma
Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya kerana merasa kasihan dengan ibunya sedangkan Si Tanggang pergi merantau kerana selalu berkhayal untuk menjadi kaya dan terkenal
Malin menumpang sedangkan Si Tanggang melamar untuk bekerja menjadi anak kapal
Kapal yang ditumpangi Malin Kundang diserang oleh bajak laut dan hanya dia yang selamat sedangkan kapal Si Tanggang tidak menghadapi musibah
Malin Kundang terdampar di pulau yang sangat subur dan akhirnya menjadi seorang yang kaya raya kerana kerja keras sehingga berjaya menjadi seorang yang kaya raya sedangkan Si Tanggang diangkat sebagai anak angkat oleh nahkoda kapal kerana rajin bekerja dan patuh lalu dilantik menjadi nakhoda baru apabila Nakhoda menjadi uzur dan akhirnya diundang ke istana dan menikahi putri sultan
Ibu Malin berseru kepada Tuhan agar mengutuk Malin menjadi batu sedangkan ibu bapa Si Tanggang beseru kepada Tuhan agar menunjukkan kepada Si Tanggang bahawa mereka ibu bapa kandungnya
Malin Kundang akhirnya menjadi batu sedangkan Si Tanggang menjadi burung gagak
Moral
Janganlah menjadi bagai kacang lupakan kulit seperti Malin Kundang yang tidak mengakui ibunya lagi apabila sudah berjaya dan kaya raya serta melupakan jasa ibunya yang telah bertaruh nyawa melahirkan dan bersusah payah membesarkannya seorang diri
Janganlah meniru Malin Kundang yang membalas air susu ibu dengan air tubah, bermakna membalas kebaikan dan cinta kasih ibunda yang bagai menatang minyak dengan penuh dengan menjadi anak yang durhaka.
Janganlah berdurhaka kepada orangtua terutama ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita kerana itu merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak. Ingat ! Surga di telapak kaki ibu. Bermakna apabila seorang itu berdurhaka terhadap ibu, dia akan sengsara dan mendapat siksa di akhirat.
Kekayaan dunia itu bersifat sementara, seperti embun di hujung rumput, tetapi kasih sayang ibu adalah abadi. Oleh kerana itu, janganlah mendahulukan kekayaan ataupun ego daripada orang tua.
Bak kata pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, haruslah kita mengikuti sifat baik Malin Kundang yang mahu bersusah-susah dan bekerja keras demi mendapat buah yang diimpikan kerana di mana ada kemahuan, di situ ada jalan.
YME pasti membantu mereka yang mahu berusaha untuk mencapai kejayaan. Walau seberapa sulit dan berat sesuatu itu, kita boleh berjaya apabila kita tekun dan sabar dalam menjalaninya, kerana sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain.
Kata itu kota. Haruslah kita berpegang teguh dan menepati janji yang telah kita ucapkan. Janganlah seperti Malin Kundang/ Si Tanggang yang memberikan janji kosong dan mengecewakan orang tuanya kerana kerbau dipegang talinya, manusia dipegang janjinya.
Contohlah sifat baik Malin Kundang / Si Tanggang yang rajin dan ulet dalam berjuang menuju cita-citanya kerana ringan tulang berat perut tetapi jauhkanlah diri kita dari sifat buruk mereka yang durhaka, seperti kata-kata bijak : kalau baik jadikan teladan, kalau jahat jadikan sempadan
Fakta atau Fiksi?
Saya berpendapat bahawa legenda Malin Kundang adalah benar adanya sedangkan Si Tanggang hanyalah merupakan legenda yang diadopsi daripada Malin Kundang kerana legenda Si Tnggang tidak menunjukkan sebarang kesan atau petanda daripada cerita yang dikisahkan, tidak seperti Malim Kundang yang kononnya berlaku di pantai Air Manis, kira-kira 7 kilometer dari kota Padang. Dalam lain perkataan, cerita Malim Kundang walaupun dianggap sebagai legenda tetapi mempunyai bukti-bukti sesuai dengan penceritaannya.
Salah satu daripada bukti konkrit kebenaran legenda Malin Kundang adalah makam serta rumah ibu Malin kundang dan ketulan batu-batu yang menyerupai objek sebuah kapal yang telah pecah tersadai di tepi pantai, serta sebatang tiang layar yang telah patah, gulungan tali dan tongkahan batu seakan-akan tempat menyimpan air.Yang paling menggerunkan ialah di tengah-tengah bahagian perut kapal terdapat batu besar seperti seorang yang sedang menyembah memohon keampunan. Batu tersebut dipercaya adalah Malin Kundang yang telah dikutuk ibunya menjadi batu kerana durhaka.
Seorang mungkin sulit percaya bebatuan yang jelas menyerupai serpihan perahu Malin Kundang dan wujud batu seorang yang bersujud itu adalah benar Malin Kundang kerana keberadaannya yang terletak di tepi pantai memandangkan apabila Malin dikutuk, perahu Malin berada agak ke Tengah laut. Tetapi fenemona tersebut mempunyai penjelasan yang rasional, yakni pantai Air Manis yang boleh dikatakan curam. Hanya dua meter daripada tepi pantai, laut Air Manis sudah mencapai tiga meter sehingga memungkinkan perahu Malin untuk berada sangat dekat tepi pantai apabila bermuara di Pantai Air Manis dan menjelaskan nampaknya serpihan bebatuan kapal Malin Kundang di siang hari apabila laut sedang surut.
Keraguan bahawa bebatuan janggal tersebut bukanlah semula jadi melainkan sengaja dibuat oleh masyarakat Padang untuk menarik pelancong boleh dilenyapkan oleh fakta bebatuan tersebut terbuat daripada jenis yang sangat special yang tidak boleh didapati di pulau Sumatra, sedangkan menyerupai batu daripada salah satu gua di Jenolan, Australia. Memandangkan batu tersebut telah berada di Pantai Air Manis sejak sebelum kemajuan teknologi cukup canggih untuk memungkinkan manusia berpergian antara benua, hampir tidak ada kemungkinan untuk batu daripada gua Jenolan di Australia dipindahkan ke Pantai Air Manis.
Pendapat saya bahawa Malin Kundang adalah kenyataan yang pernah berlaku di Pantai Air Manis lebih dikuatkan lagi dengan pengakuan beberapa “paranormal” daripada Padang yang boleh mendengar suara-suara daripada mereka yang berada di alam lain yang pernah didatangkan, bahawa batu yang menyerupai seorang yang sedang bersujud itu boleh berkomunikasi dengan mereka dan mengaku ialah Malin Kundang dan memohon maaf atas kedurhakaannya kepada ibunya serta berharap masyarakat Padang dan sesiapapun yang telah mendengar legendanya boleh diingatkan agar tidak berderhaka terhadap orang tua mereka. Mereka juga berpendapat, apabila didengarkan dengan hati-hati, suara ombak daripada Pantai Air Manis berbeza daripada pantai-pantai lainnya kerana bunyinya yang mengalunkan jerit tangisan air mata yang dipercayai berasal daripada Malin Kundang yang meminta ampun. Kejadian tragis juga pernah berlaku apabila seorang pengunjung Pantai Air Manis menginggal secara misterius tanpa sebab setelah mengencingi dengan sengaja batu Malin Kundang tersebut. Apabila sebuah acara televisiyen di Indonesia, yakni “silet” mengunjungi batu Malin Kundang di Pantai Air Manis untuk mengupas tuntas fenomena gaib batu tersebut, salah satu pembawa acaranya kerasukan arwah Malin Kundang dan mengangis dan berteriak minta ampun. Pembawa acara tersebut akhirnya sembuh dan sedarkan diri kembali setelah didoakan dan disembuhkan oleh paranormal setempat.
Beralih ke belahan lain daripada negara Indonesia, di tahun 2006 ada pula kisah nyata dimana seorang anak putri dikutuk oleh orang tuanya menjadi ular setelah membangkang dan berderharka terhadap mereka. Baru – baru ini, seorang putri daripada Padang juga terkutuk menjadi ikan pari kering kerana derhaka. Mayatnya diawetkan dan sekarang berada di salah satu museum di Indonesia untuk menjadi peringatan kepada putra putri Indonesia agar menjadi anak yang soleh. Video mayat ikan pari boleh didapati di http://www.youtube.com/watch?v=tFbgkZt_bxo Bukan hanya itu, di Arab, seorang putri juga dikutuk menjadi berbadan singa lagi-lagi kerana alasan yang sama, yakni durhaka kepada ayah ibunya - http://www.youtube.com/watch?v=S2JtKTtgkbA&mode=related&search=. Apabila di abad ke 21 kejadian serupa boleh berlaku, kutukan Malin Kundang yang menjadi batu tidaklah mustahil dan saya percaya adalah benar adanya memandangkan kuatnya bukti – bukti nyata yang ada.
Mari Merepek !
Rahasia Malin Kundang Terkuak
London, 2 Januari 2006.
Para ilmuwan di Univeritas Oxford baru-baru ini telah memecahkan misteribatu Malinkundang di tanah Minang. Mereka mendapati batu tersebut diawetkan dengan formula canggih - khas resep Indonesia - yang kehebatannya melebihi ramuan para Mummi dari Mesir.
Formula rahasia Malinkundang terkuak setelah ditemukan sisa-sisa cairanyang terdapat pada botol, terkubur secara aman, tidak jauh dari batuMalinkundang. Pada label botol tersebut tertulis dengan jelas ” FOR:Malin” yg artinya ” untuk Malin”.
Penduduk sektarnya -dan rakyat indonesia pada umumnya- biasa menyebut ” formalin” yaitu sebuah resep rahasia nenek moyang yg biasa digunakan utk mengawetkan mayat, namun karena kenaikan harga BBM dan krisis yg berkepanjangan, formalin saat ini lazim dipakai utk mengawetkan tahu, ikan asin, bakso, mie basah dan tentu saja… Mayat, seperti dapat terlihat pada batu Malinkundang yg masih tetap awet sampai sekarang di tanah Minang.
Perbezaan Malin Kundang dan Si Tanggang
Malin Kundang ialah seorang anak Yatim sedangkan Si Tanggang mempunyai ayah dan Ibu yang bernama Si Talang dan Si Deruma
Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya kerana merasa kasihan dengan ibunya sedangkan Si Tanggang pergi merantau kerana selalu berkhayal untuk menjadi kaya dan terkenal
Malin menumpang sedangkan Si Tanggang melamar untuk bekerja menjadi anak kapal
Kapal yang ditumpangi Malin Kundang diserang oleh bajak laut dan hanya dia yang selamat sedangkan kapal Si Tanggang tidak menghadapi musibah
Malin Kundang terdampar di pulau yang sangat subur dan akhirnya menjadi seorang yang kaya raya kerana kerja keras sehingga berjaya menjadi seorang yang kaya raya sedangkan Si Tanggang diangkat sebagai anak angkat oleh nahkoda kapal kerana rajin bekerja dan patuh lalu dilantik menjadi nakhoda baru apabila Nakhoda menjadi uzur dan akhirnya diundang ke istana dan menikahi putri sultan
Ibu Malin berseru kepada Tuhan agar mengutuk Malin menjadi batu sedangkan ibu bapa Si Tanggang beseru kepada Tuhan agar menunjukkan kepada Si Tanggang bahawa mereka ibu bapa kandungnya
Malin Kundang akhirnya menjadi batu sedangkan Si Tanggang menjadi burung gagak
Moral
Janganlah menjadi bagai kacang lupakan kulit seperti Malin Kundang yang tidak mengakui ibunya lagi apabila sudah berjaya dan kaya raya serta melupakan jasa ibunya yang telah bertaruh nyawa melahirkan dan bersusah payah membesarkannya seorang diri
Janganlah meniru Malin Kundang yang membalas air susu ibu dengan air tubah, bermakna membalas kebaikan dan cinta kasih ibunda yang bagai menatang minyak dengan penuh dengan menjadi anak yang durhaka.
Janganlah berdurhaka kepada orangtua terutama ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita kerana itu merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak. Ingat ! Surga di telapak kaki ibu. Bermakna apabila seorang itu berdurhaka terhadap ibu, dia akan sengsara dan mendapat siksa di akhirat.
Kekayaan dunia itu bersifat sementara, seperti embun di hujung rumput, tetapi kasih sayang ibu adalah abadi. Oleh kerana itu, janganlah mendahulukan kekayaan ataupun ego daripada orang tua.
Bak kata pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, haruslah kita mengikuti sifat baik Malin Kundang yang mahu bersusah-susah dan bekerja keras demi mendapat buah yang diimpikan kerana di mana ada kemahuan, di situ ada jalan.
YME pasti membantu mereka yang mahu berusaha untuk mencapai kejayaan. Walau seberapa sulit dan berat sesuatu itu, kita boleh berjaya apabila kita tekun dan sabar dalam menjalaninya, kerana sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain.
Kata itu kota. Haruslah kita berpegang teguh dan menepati janji yang telah kita ucapkan. Janganlah seperti Malin Kundang/ Si Tanggang yang memberikan janji kosong dan mengecewakan orang tuanya kerana kerbau dipegang talinya, manusia dipegang janjinya.
Contohlah sifat baik Malin Kundang / Si Tanggang yang rajin dan ulet dalam berjuang menuju cita-citanya kerana ringan tulang berat perut tetapi jauhkanlah diri kita dari sifat buruk mereka yang durhaka, seperti kata-kata bijak : kalau baik jadikan teladan, kalau jahat jadikan sempadan
Fakta atau Fiksi?
Saya berpendapat bahawa legenda Malin Kundang adalah benar adanya sedangkan Si Tanggang hanyalah merupakan legenda yang diadopsi daripada Malin Kundang kerana legenda Si Tnggang tidak menunjukkan sebarang kesan atau petanda daripada cerita yang dikisahkan, tidak seperti Malim Kundang yang kononnya berlaku di pantai Air Manis, kira-kira 7 kilometer dari kota Padang. Dalam lain perkataan, cerita Malim Kundang walaupun dianggap sebagai legenda tetapi mempunyai bukti-bukti sesuai dengan penceritaannya.
Salah satu daripada bukti konkrit kebenaran legenda Malin Kundang adalah makam serta rumah ibu Malin kundang dan ketulan batu-batu yang menyerupai objek sebuah kapal yang telah pecah tersadai di tepi pantai, serta sebatang tiang layar yang telah patah, gulungan tali dan tongkahan batu seakan-akan tempat menyimpan air.Yang paling menggerunkan ialah di tengah-tengah bahagian perut kapal terdapat batu besar seperti seorang yang sedang menyembah memohon keampunan. Batu tersebut dipercaya adalah Malin Kundang yang telah dikutuk ibunya menjadi batu kerana durhaka.
Seorang mungkin sulit percaya bebatuan yang jelas menyerupai serpihan perahu Malin Kundang dan wujud batu seorang yang bersujud itu adalah benar Malin Kundang kerana keberadaannya yang terletak di tepi pantai memandangkan apabila Malin dikutuk, perahu Malin berada agak ke Tengah laut. Tetapi fenemona tersebut mempunyai penjelasan yang rasional, yakni pantai Air Manis yang boleh dikatakan curam. Hanya dua meter daripada tepi pantai, laut Air Manis sudah mencapai tiga meter sehingga memungkinkan perahu Malin untuk berada sangat dekat tepi pantai apabila bermuara di Pantai Air Manis dan menjelaskan nampaknya serpihan bebatuan kapal Malin Kundang di siang hari apabila laut sedang surut.
Keraguan bahawa bebatuan janggal tersebut bukanlah semula jadi melainkan sengaja dibuat oleh masyarakat Padang untuk menarik pelancong boleh dilenyapkan oleh fakta bebatuan tersebut terbuat daripada jenis yang sangat special yang tidak boleh didapati di pulau Sumatra, sedangkan menyerupai batu daripada salah satu gua di Jenolan, Australia. Memandangkan batu tersebut telah berada di Pantai Air Manis sejak sebelum kemajuan teknologi cukup canggih untuk memungkinkan manusia berpergian antara benua, hampir tidak ada kemungkinan untuk batu daripada gua Jenolan di Australia dipindahkan ke Pantai Air Manis.
Pendapat saya bahawa Malin Kundang adalah kenyataan yang pernah berlaku di Pantai Air Manis lebih dikuatkan lagi dengan pengakuan beberapa “paranormal” daripada Padang yang boleh mendengar suara-suara daripada mereka yang berada di alam lain yang pernah didatangkan, bahawa batu yang menyerupai seorang yang sedang bersujud itu boleh berkomunikasi dengan mereka dan mengaku ialah Malin Kundang dan memohon maaf atas kedurhakaannya kepada ibunya serta berharap masyarakat Padang dan sesiapapun yang telah mendengar legendanya boleh diingatkan agar tidak berderhaka terhadap orang tua mereka. Mereka juga berpendapat, apabila didengarkan dengan hati-hati, suara ombak daripada Pantai Air Manis berbeza daripada pantai-pantai lainnya kerana bunyinya yang mengalunkan jerit tangisan air mata yang dipercayai berasal daripada Malin Kundang yang meminta ampun. Kejadian tragis juga pernah berlaku apabila seorang pengunjung Pantai Air Manis menginggal secara misterius tanpa sebab setelah mengencingi dengan sengaja batu Malin Kundang tersebut. Apabila sebuah acara televisiyen di Indonesia, yakni “silet” mengunjungi batu Malin Kundang di Pantai Air Manis untuk mengupas tuntas fenomena gaib batu tersebut, salah satu pembawa acaranya kerasukan arwah Malin Kundang dan mengangis dan berteriak minta ampun. Pembawa acara tersebut akhirnya sembuh dan sedarkan diri kembali setelah didoakan dan disembuhkan oleh paranormal setempat.
Beralih ke belahan lain daripada negara Indonesia, di tahun 2006 ada pula kisah nyata dimana seorang anak putri dikutuk oleh orang tuanya menjadi ular setelah membangkang dan berderharka terhadap mereka. Baru – baru ini, seorang putri daripada Padang juga terkutuk menjadi ikan pari kering kerana derhaka. Mayatnya diawetkan dan sekarang berada di salah satu museum di Indonesia untuk menjadi peringatan kepada putra putri Indonesia agar menjadi anak yang soleh. Video mayat ikan pari boleh didapati di http://www.youtube.com/watch?v=tFbgkZt_bxo Bukan hanya itu, di Arab, seorang putri juga dikutuk menjadi berbadan singa lagi-lagi kerana alasan yang sama, yakni durhaka kepada ayah ibunya - http://www.youtube.com/watch?v=S2JtKTtgkbA&mode=related&search=. Apabila di abad ke 21 kejadian serupa boleh berlaku, kutukan Malin Kundang yang menjadi batu tidaklah mustahil dan saya percaya adalah benar adanya memandangkan kuatnya bukti – bukti nyata yang ada.
Mari Merepek !
Rahasia Malin Kundang Terkuak
London, 2 Januari 2006.
Para ilmuwan di Univeritas Oxford baru-baru ini telah memecahkan misteribatu Malinkundang di tanah Minang. Mereka mendapati batu tersebut diawetkan dengan formula canggih - khas resep Indonesia - yang kehebatannya melebihi ramuan para Mummi dari Mesir.
Formula rahasia Malinkundang terkuak setelah ditemukan sisa-sisa cairanyang terdapat pada botol, terkubur secara aman, tidak jauh dari batuMalinkundang. Pada label botol tersebut tertulis dengan jelas ” FOR:Malin” yg artinya ” untuk Malin”.
Penduduk sektarnya -dan rakyat indonesia pada umumnya- biasa menyebut ” formalin” yaitu sebuah resep rahasia nenek moyang yg biasa digunakan utk mengawetkan mayat, namun karena kenaikan harga BBM dan krisis yg berkepanjangan, formalin saat ini lazim dipakai utk mengawetkan tahu, ikan asin, bakso, mie basah dan tentu saja… Mayat, seperti dapat terlihat pada batu Malinkundang yg masih tetap awet sampai sekarang di tanah Minang.